Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

SANG PELITA YANG LALAI DIPELUKđź’”

by. Erni Nurrahmawati ❁  SANG PELITA YANG LALAI DIPELUKđź’” ❁ Ada yang terhilang di antara tumpukan kitab-kitabnya. Bukan lembaran yang koyak, bukan tinta yang memudar tapi sebuah nama " Al-Farabi" . Ia menulis tentang kebahagiaan, namun hidupnya sendiri adalah puisi panjang tentang kesendirian. Di kota yang gemerlap oleh kata-kata pujangga dan debat para ulama, ia justru memilih diam. Bukan karena tak punya suara, tapi karena suaranya terlalu jernih untuk diteriakkan. Ia lahir di sebuah kota kecil yang tak banyak tercatat, jauh dari pusat keriuhan. Sejak muda, ia sudah akrab dengan sunyi. Bagi Al-Farabi, sunyi bukanlah kekosongan tetapi ruang di mana kebenaran bisa bernafas lega. Ia menulis tentang "Kota Utama", sebuah tempat di mana keadilan dan kebijaksanaan bersemayam. Tapi di dunia nyata, ia justru hidup sebagai pendatang di negeri orang sebagai orang asing di Baghdad, asing di Damaskus, asing di mana-mana, bahkan mungkin asing di dalam dirinya sendiri. Karyanya ...