Langsung ke konten utama

Benarkah Eksistensi Radio Tergantikan Oleh Spotify?

 

Benar nggak sih kalau radio bakal punah seiring berkembangnya zaman? Atau akan tetap eksis dengan segala perubahannya? Apakah media teknologi informasi lain akan mampu menggantikan tempatnya?

Perkembangan teknologi ternyata berpengaruh pada radio. Walaupun zaman semakin berkembang, radio mampu menyesuaikan eksistensinya. Mulai dari gaya penyiarnya maupun topik yang akan dibahas. Siaran radio sekarang lebih atrakrif, menjadikan komunikasi terbangun dua arah antara penyiar dan pendengarnya.

Beredarnya podcast-podcast yang banyak digandrungi anak mudah jaman sekarang menjadikan radio seolah media komunikasi yang ketinggalan zaman. Podcast merupakan serangkaian kata yang diucapkan, episode audio, semuanya berfokus pada topik atau tema tertentu, seperti bersepeda atau startup. Podcast dapat diakses menggunakan media internet.

Dalam blog UNDIP yang berjudul "Radio Tidak Akan Mati Bila Mampu Beradaptasi di Era Digital," Dr. Isis.(arm) mengatakan, “Walaupun teknologi sudah semakin canggih, radio tetap dibutuhkan serta mempunyai peranan penting sebagai media komunikasi, sosialisasi, serta informasi bagi masyarakat luas.” Hal ini membuktikan bahwa walaupun banyak media informasi baru bermunculan seiring berkembangnya teknologi, radio akan tetap eksis dan menjadi dambaan bagi pendengar setianya. Tidak hanya itu banyak dari saluran radio yang sudah merambah ke dunia per YouTube an dengan segala konten nya yang kiat menarik dan bervariatif, kemudian ini akan menjadi pembeda antara mendengar radio karena pembahasan dan banyaknya lagu yang kiat diputar dan tidak akan ada kata bosan ketika mendengarkannya.

Setiap orang boleh beropini, namun memperdebatkan mana yang lebih baik tentu keduanya Sama-sama baik, menarik dan memiliki pendengar setianya, radio dengn segala kenangan dan nostalgianya, yang mana kita bisa berkirim salam pada saat sebelum maupun sesudah lagu diputar.


Minggu, 11 September 2022



Ashlahul Ummah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❀CAHAYA YANG MENYELAMI RAHASIA RUANG❀

Pada zaman ketika pikiran manusia masih seperti kabut pagi yang menyelimuti dataran luas, Euclid  muncul sebagai seorang penjelajah yang berani menembus tirai ketidakpastian. Disebut sebagai Bapak Geometri , perjalanannya bukan hanya mengejar angka atau bentuk melainkan mencari tali penghubung antara apa yang terlihat dan apa yang bisa dipahami oleh akal budi. Di lorong-lorong perpustakaan Alexandria yang sejuk, di mana naskah-naskah kuno berbaris seperti pasukan prajurit yang siap bertempur, Euclid duduk menyusun peta jalan bagi ilmu pengetahuan. Ia menghabiskan berbulan-bulan merenungkan karya-karya pendahulunya dari Thales yang pertama kali membuktikan teorema hingga Pythagoras yang menemukan hubungan mistis antara angka dan alam. Ia melihat bahwa matematika dan filsafat bukanlah dua dunia yang terpisah melainkan dua sayap yang membawa manusia ke alam pemikiran yang lebih tinggi. “ Seperti air yang membentuk wadahnya, ” katanya kepada murid-muridnya yang berkumpul di sekitarnya,...

❁ JEJAK ANGKA SANG PELITA ILMU ❁

Di tengah hiruk-pikuk kota ilmu Baghdad , hiduplah seorang ilmuwan yang pikirannya selalu berjalan selangkah lebih jauh dari zamannya. Ia adalah Muhammad Ibn Muda Al-Khwarizmi , seorang cendekiawan Persia yang kelak dikenang dunia sebagai Bapak Aljabar . Pada masa itu, banyak orang mampu menghitung, tetapi belum banyak yang memahami bagaimana menyelesaikan persoalan angka yang rumit secara teratur. Persoalan-persoalan matematika bagaikan benang kusut yang sulit diurai. Namun bagi Al-Khawarizmi, setiap masalah memiliki simpul yang bisa dibuka, asal seseorang sabar menelusuri ujungnya. Dengan ketekunan yang nyaris seperti seorang penyair yang merangkai kata, ia mulai menyusun cara-cara sistematis untuk menyelesaikan persoalan hitungan. Dari pemikirannya lahirlah sebuah karya besar berjudul Al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wal-Muqabala . Dalam buku itu, ia menjelaskan metode untuk menyederhanakan dan menyeimbangkan persamaan. Kata al-jabr sendiri berarti “menyatukan kembali bagia...

JEDA DARI ANGKA

 Jeda Dari Angka By: Nafiatus Salma        Hari-hari kutulis dengan rumus, penuh tanda tambah dan kurung yang tak selalu seimbang. Kadang hasilnya tepat, kadang justru tak bisa kuhitung. Di papan tulis hidup, aku belajar lebih dari sekadar integral dan limit — tentang batas kesabaran, dan luasnya hati yang tak bisa diukur satuan apa pun. Aku lelah, tapi tak ingin berhenti. Aku salah, tapi masih mau mencoba.        Karena hidup tak pernah sesempurna deret geometri, tapi lebih mirip soal cerita yang belum selesai. Maka malam ini, kututup buku catatan dan kubuka diri. Kusimpan angka, kutulis kata. Sebab kadang, yang paling membuat kita bertumbuh bukanlah hasil hitungannya, melainkan jeda yang kita ambil di antaranya