Jeda Dari Angka
By: Nafiatus Salma
Hari-hari kutulis dengan rumus,
penuh tanda tambah dan kurung yang tak selalu seimbang.
Kadang hasilnya tepat,
kadang justru tak bisa kuhitung.
Di papan tulis hidup,
aku belajar lebih dari sekadar integral dan limit —
tentang batas kesabaran,
dan luasnya hati yang tak bisa diukur satuan apa pun.
Aku lelah, tapi tak ingin berhenti.
Aku salah, tapi masih mau mencoba.
Karena hidup tak pernah sesempurna deret geometri,
tapi lebih mirip soal cerita yang belum selesai.
Maka malam ini,
kututup buku catatan dan kubuka diri.
Kusimpan angka,
kutulis kata.
Sebab kadang,
yang paling membuat kita bertumbuh
bukanlah hasil hitungannya,
melainkan jeda yang kita ambil di antaranya
Komentar
Posting Komentar