Langsung ke konten utama

Menggunakan Sosial Media dengan Bijak


Semakin zaman berganti dunia semakin maju. Zaman orang tua kita ketika masih kecil berbeda dengan zaman ketika kita kecil. Semakin berkembangnya zaman, menuntut kita untuk semakin maju pula. Kalau kita tidak mengikutinya maka kita akan tertinggal. Untuk mengikuti zaman kita perlu bekal, yakni belajar. Mau bagaimana pun, kemajuan zaman tidak hanya berdampak positif namun juga negatif jika kita tidak bisa menggunakannya secara bijak. Oleh karena itu, kita harus rajin belajar supaya bisa membedakan mana baik dan mana yang buruk.

Salah satu dari dari kemajuan zaman adalah teknologi. Hampir semua negara berlomba-lomba untuk membuat teknologi baru. Dengan adanya pembaruan akan memudahkan manusia dalam melakukan aktifitas. Bukan hanya untuk anak remaja tetapi untuk anak kecil sampai orang tua. Bahkan yang biasanya kita menggunakan ojek dengan mencari pangkalan ojek terlebih dahulu, sekarang kita bisa menggunakan jasa ojek di mana pun kita berada dengan teknologi. Adanya kecepatan dalam bertukar informasi inilah yang memudahkan interaksi pelanggan dengan tukang ojek.

Manusia merupakan makhluk sosial, sebagai makhluk sosial manusia selalu berinteraksi dengan sesamanya. Berinteraksi antar manusia tidak hanya bisa dilakukan secara langsung dengan saling berhadapan. Tetapi dua orang atau lebih yang berbeda daerah bahkan negara juga perlu interaksi. Pembaruan teknologi menciptakan handphone sebagai alat komunikasi secara cepat. Dulu handphone hanya bisa digunakan untuk menelpon dan sms. Tetapi semakin berkembangnya zaman, muncul adanya internet yang bisa diakses dengan menggunakan handphone. Dengan handphone pula, muncul yang namanya media sosial. Yang bisa diakses dengan paket data.

Saat ini, media sosial seakan menjadi kebutuhan penting dalam hidup terutama bagi para remaja. Dalam menggunakan media sosial terdapat dampak negatif maupun positif. Media sosial bisa bermanfaat jika digunakan dengan baik. Namun, media sosial juga bisa berdampak buruk jika tidak bisa menggunakan dengan baik. Banyak anak muda saat ini menggunakan media sosial sebagai sarana melakukan kejahatan maupun sebagai penyalur rasa senangnya yang berujung menjadikan kontroversi dengan sesama. Misalnya untuk menyebarkan hoax dan menyebarkan yang berbau SARA.

Lantas bagaimana kita dapat menggunakan media sosial secara bijak?

Tujuan yang pertama dalam dibuatnya media sosial adalah untuk mempermudah manusia dalam komunikasi. Oleh karena itu, supaya bisa menggunakan sosial media yang bijak. Kita harus menggunakan sesuai dengan tujuan utama diciptakannya media sosial. Yaitu sebagai media komunikasi antar sesama tanpa ada niatan untuk berbuat kejahatan. Dalam menggunakan media sosial juga perlu etika, supaya kita mengerti apa yang boleh atau tidaknya ketika menggunakan media sosial. Sebagai pelajar kita tentu diajarkan adab dalam sesama. Maka apa yang diajarkan di sekolah itu bisa kita terapkan dalam menggunakan media sosial. Untuk menjaga ketentraman dalam berkomunikasi melalui sosial media.


Minggu, 18 September 2022



Ashlahul Ummah
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❀CAHAYA YANG MENYELAMI RAHASIA RUANG❀

Pada zaman ketika pikiran manusia masih seperti kabut pagi yang menyelimuti dataran luas, Euclid  muncul sebagai seorang penjelajah yang berani menembus tirai ketidakpastian. Disebut sebagai Bapak Geometri , perjalanannya bukan hanya mengejar angka atau bentuk melainkan mencari tali penghubung antara apa yang terlihat dan apa yang bisa dipahami oleh akal budi. Di lorong-lorong perpustakaan Alexandria yang sejuk, di mana naskah-naskah kuno berbaris seperti pasukan prajurit yang siap bertempur, Euclid duduk menyusun peta jalan bagi ilmu pengetahuan. Ia menghabiskan berbulan-bulan merenungkan karya-karya pendahulunya dari Thales yang pertama kali membuktikan teorema hingga Pythagoras yang menemukan hubungan mistis antara angka dan alam. Ia melihat bahwa matematika dan filsafat bukanlah dua dunia yang terpisah melainkan dua sayap yang membawa manusia ke alam pemikiran yang lebih tinggi. “ Seperti air yang membentuk wadahnya, ” katanya kepada murid-muridnya yang berkumpul di sekitarnya,...

Indonesia Rumah Kita

 "Indonesia Rumah Kita" Karya:  Vicky Auwalinda      Indonesia bukan hanya sebuah nama di peta dunia. Ia adalah denyut nadi yang mengalir dalam tubuh kita, udara yang kita hirup setiap hari, dan tanah yang menjadi tempat berpijak serta beristirahat. Indonesia adalah rumah, tempat kita lahir, tumbuh, belajar, dan bercita-cita. Rumah ini mungkin tidak selalu sempurna. Ada saat-saat ia goyah, diterpa badai perpecahan, bahkan retak oleh ego dan kesalahpahaman. Namun, bukankah rumah sejati adalah tempat di mana kita belajar memperbaiki, bukan meninggalkan? Indonesia adalah rumah yang tidak boleh kita abaikan, karena di sinilah akar dan masa depan kita tertanam.         Di rumah bernama Indonesia, kita menemukan beragam bahasa, budaya, adat, dan agama. Semua itu ibarat perabotan yang berbeda bentuk, warna, dan fungsi, tetapi justru membuat rumah semakin indah dan lengkap. Kita tidak perlu sama untuk bisa bersatu, cukup saling memahami bahwa perbeda...

JEDA DARI ANGKA

 Jeda Dari Angka By: Nafiatus Salma        Hari-hari kutulis dengan rumus, penuh tanda tambah dan kurung yang tak selalu seimbang. Kadang hasilnya tepat, kadang justru tak bisa kuhitung. Di papan tulis hidup, aku belajar lebih dari sekadar integral dan limit — tentang batas kesabaran, dan luasnya hati yang tak bisa diukur satuan apa pun. Aku lelah, tapi tak ingin berhenti. Aku salah, tapi masih mau mencoba.        Karena hidup tak pernah sesempurna deret geometri, tapi lebih mirip soal cerita yang belum selesai. Maka malam ini, kututup buku catatan dan kubuka diri. Kusimpan angka, kutulis kata. Sebab kadang, yang paling membuat kita bertumbuh bukanlah hasil hitungannya, melainkan jeda yang kita ambil di antaranya