"Perempuan: Nafas hikmah dalam riuhnya dunia"
Karya: Arrian Ardiansyah
Perempuan bukan sekadar ciptaan,
ia adalah tanda kasih Tuhan yang hadir dalam bentuk paling lembut—namun paling kuat.
Di balik kelembutannya, ada doa yang tak pernah putus.
Di balik senyumnya, ada kesabaran yang terus tumbuh.
Ia diciptakan dari tulang rusuk,
bukan dari kepala untuk dijunjung,
bukan dari kaki untuk diinjak,
tapi dari sisi yang dekat dengan hati—
untuk dicintai, dilindungi, dan dimuliakan.
Perempuan adalah hikmah yang hidup.
Dalam diamnya, ia mengajarkan makna syukur.
Dalam tangisnya, terkandung harapan yang terus dibawa dalam sujud panjang di sepertiga malam.
Ia tidak selalu bersuara lantang,
tapi kehadirannya mampu menuntun, melembutkan, bahkan menyelamatkan.
Kiprahnya membentang dari rumah ke penjuru dunia.
Sebagai ibu, ia mendidik peradaban.
Sebagai istri, ia menjadi penyejuk dalam badai kehidupan.
Sebagai anak, ia membawa cahaya berkah bagi kedua orang tua.
Dan sebagai hamba, ia tunduk sepenuhnya pada Sang Pencipta,
menjadikan setiap tugasnya ladang amal yang tak terlihat oleh mata manusia,
namun jelas tercatat di sisi langit.
Perempuan tak pernah selesai memberi,
tak pernah lelah memahami,
dan tak pernah lupa kembali—kepada Tuhannya,
sekalipun dunia kerap melupakannya.
Maka, jangan pernah ragukan kekuatan perempuan.
Karena di setiap langkahnya,
ada keberanian.
Di setiap ujian yang ia peluk,
ada keikhlasan.
Dan di setiap helaan napasnya,
ada cinta yang diridhai langit.
Komentar
Posting Komentar