Langsung ke konten utama

Akankah Kita Bertemu dengan Malam Lailatul Qadar?

 



Bulan Ramadhan adalah bulan yang khusus bagi orang-orang muslim, dimana semua orang islam diwajibkan berpuasa. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya, dibulan yang istimewa ini Allah swt melipatgandakan pahala kebaikan bagi orang yang mengerjakannya. Selain itu, ada begitu banyak keistimewaan di bulan Ramadhan. Salah satunya adalah diturunkannya Al-Qur’an.

Dalam rangkaian ayat-ayat yang menjelaskan tentang puasa, Allah menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan di bulan Ramadhan. Dan pada Al-Qur’an surat Al-Qadr ayat 1 dinyatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Qadar.

“Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”

Ini berarti dalam bulan Ramadhan terdapat malam Lailatul Qadar. Lalu apa yang dimaksud dengan Lailatur Qadar ini?

Lailatur Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Lalu kapankan kita bisa bertemu dengan malam Lailatur Qadar? Banyak perbedaan pendapat mengenai kapan datangnya malam Lailatur Qadar ini. Dan Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan umatnya untuk meningkatkan ibadah di sepertiga akhir bulan Ramadhan atau di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

“Dari Aisyah RA, Rasulullah sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), melebihi kesungguhan beribadah diselain (malam) tersebut.” HR. Muslim).

Dari sini banyak yang mengatakan bahwa Lailatur Qadar terjadi pada tanggal ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, seperti di malam 21, 23, 25, 27, dan 29.

Banyak umat muslim yang berharap berjumpa dengan malam Lailatur Qadar. Lantas mengapa banyak umat islam yang mendambakan bertemu malam Lailatur Qadar? Malam Lailatur Qadar memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan dengan seribu bulan. Muslim yang mengerjakan kebaikan pada malam ini dianggap telah mengerjakan selama seribu bulan yakni sekitar 83-84 tahun. Rasulullah SAW juga bersabda “barangsiapa yang mengerjakan sholat pada malam Lailatur Qadar karena iman, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. Dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan di malam Lailatur Qadar ini.

Semoga kita masih diberikan Kesehatan agar kita bisa bertemu dan melakukan kebaikan serta ibadah di malam Lailatur Qadar di bulan Ramadhan tahun ini dan bulan Ramadhan di tahun-tahun yang akan datang.


Senin, 10 April 2023



Ulifatul Ma'rifah 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia Rumah Kita

 "Indonesia Rumah Kita" Karya:  Vicky Auwalinda      Indonesia bukan hanya sebuah nama di peta dunia. Ia adalah denyut nadi yang mengalir dalam tubuh kita, udara yang kita hirup setiap hari, dan tanah yang menjadi tempat berpijak serta beristirahat. Indonesia adalah rumah, tempat kita lahir, tumbuh, belajar, dan bercita-cita. Rumah ini mungkin tidak selalu sempurna. Ada saat-saat ia goyah, diterpa badai perpecahan, bahkan retak oleh ego dan kesalahpahaman. Namun, bukankah rumah sejati adalah tempat di mana kita belajar memperbaiki, bukan meninggalkan? Indonesia adalah rumah yang tidak boleh kita abaikan, karena di sinilah akar dan masa depan kita tertanam.         Di rumah bernama Indonesia, kita menemukan beragam bahasa, budaya, adat, dan agama. Semua itu ibarat perabotan yang berbeda bentuk, warna, dan fungsi, tetapi justru membuat rumah semakin indah dan lengkap. Kita tidak perlu sama untuk bisa bersatu, cukup saling memahami bahwa perbeda...

BERPUISI DENGAN DENDAM

 "BERPUISI DENGAN DENDAM" Karya :Farisna Amalia K Puisi ini bermula pada keheningan malam Saat udara dingin mendekap tubuh lalu terdiam. Hingga, Terbentang sebuah pemikiran mendalam Akan kenangan-kenangan kelam yang di genggam Menyelimuti tubuh dengan tajam, kejam, dan menikam. Mata terpejam tak bergerak Menyempurnakan ribuan potongan kecil di benak Yang terus-menerus mendobrak, bergejolak,  dan memberontak tanpa ampun menyerbu hingga meledak, dan menyeruak. Bibirku kelu untuk mengungkapkan, Hanya perasaan yang mampu untuk mendefinisikan. Ingin ku ulang, Namun, semua hanya angan yang tertahan di pikiran. Sampai pada akhirnya aku disadarkan oleh kenyataan, Semua yang berakhir tak akan pernah terulang, Semua hanya tinggal serpihan yang terkenang, Meninggalkan jejak yang menyesakkan.

Abadi

 Abadi   By : Indy Deciavani Marifatus S Tentang sosok yg tiba tiba datang, menetap, lalu pergi. Aku tidak tau harus memulai cerita ini darimana. Mungkin dari pertama kali kita bertemu ya? kita sebut aja "my first love". Awal perkenalan kita memang singkat. Jujur saja, aku jatuh cinta padamu karna rambutmu yg sangat lucu itu. Entah kenapa setiap kamu berlari, rambut mu bisa seperti "twing - twing" hehe... itulah yg membuat aku tertarik padamu. Aku pikir perasaan ini ngga akan lama, tetapi aku salah.  Semakin hari aku melihatmu, aku semakin jatuh cinta padamu, hingga aku berasumsi bahwa kamu adalah milikku. Tibalah hari dimana pertama kali aku bisa bermain denganmu, hari dimana aku pertama kali merasakan dibonceng sama kamu. Jujur disitu rasanya campur aduk antara senang tetapi juga deg deg an, karna aku belum pernah merasakan hal sekecil ini yg bisa buat aku bahagia, terlebih dari orang yg aku sayang. Dari situ lah kita menjadi semakin dekat, dan tibalah di hari ...