Langsung ke konten utama

Sia - Sia

SIA - SIA



By: Abdul Rahman Maulana Mubaro'

Perjuangan tanpa balas adalah bentuk pengabdian yang tulus dan sering kali melibatkan dedikasi tanpa mengharapkan imbalan. Dalam kehidupan, ada banyak momen di mana seseorang berjuang keras untuk mencapai tujuan atau membantu orang lain, meskipun mereka tidak menerima penghargaan atau hasil yang diharapkan. Ini bisa terjadi dalam berbagai konteks, dari pekerjaan profesional hingga hubungan pribadi. Dalam perjuangan semacam ini, motivasi seseorang sering kali berasal dari rasa tanggung jawab, keikhlasan, atau dorongan untuk membuat perubahan positif tanpa peduli tentang pengakuan atau keuntungan pribadi.

Meskipun tampaknya perjuangan tanpa balas tidak mendapatkan apresiasi yang sepadan, ia sering kali memunculkan dampak yang lebih mendalam dan tahan lama. Orang-orang yang memberikan bantuan atau bekerja tanpa pamrih sering kali menjadi pilar kekuatan bagi orang-orang di sekitar mereka, membangun komunitas yang lebih solid dan saling mendukung. Misalnya, para relawan yang bekerja di organisasi kemanusiaan seringkali tidak menerima imbalan finansial, tetapi kontribusi mereka memberikan perubahan signifikan dalam kehidupan banyak orang. Ini menunjukkan bahwa tindakan mereka menghasilkan dampak yang jauh melebihi sekadar penghargaan materi.

Perjuangan tanpa balas juga mengajarkan kita nilai sejati dari kemurahan hati dan ketulusan. Dalam dunia yang sering kali terfokus pada penghargaan dan keuntungan, melakukan sesuatu tanpa mengharapkan balasan mengingatkan kita pada nilai-nilai seperti empati dan kasih sayang. Ini merupakan bentuk cinta yang murni dan tanpa syarat, di mana fokus utamanya adalah pada kepentingan orang lain atau tujuan yang lebih besar. Dengan melakukan hal ini, kita dapat merasakan kepuasan batin yang mendalam yang tidak bisa diukur dengan materi atau pujian.

Akhirnya, perjuangan tanpa balas memberikan contoh nyata tentang bagaimana tindakan kecil dapat memicu perubahan besar. Tindakan yang dilakukan tanpa mengharapkan imbalan sering kali menjadi inspirasi bagi orang lain, menciptakan gelombang dampak positif yang meluas. Ketika orang melihat teladan dari mereka yang berjuang tanpa pamrih, mereka mungkin merasa tergerak untuk mengikuti jejak yang sama. Dalam konteks ini, perjuangan tanpa balas tidak hanya mempengaruhi individu yang terlibat tetapi juga menciptakan efek domino yang memperkuat nilai-nilai kebaikan dan solidaritas di masyarakat secara keseluruhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia Rumah Kita

 "Indonesia Rumah Kita" Karya:  Vicky Auwalinda      Indonesia bukan hanya sebuah nama di peta dunia. Ia adalah denyut nadi yang mengalir dalam tubuh kita, udara yang kita hirup setiap hari, dan tanah yang menjadi tempat berpijak serta beristirahat. Indonesia adalah rumah, tempat kita lahir, tumbuh, belajar, dan bercita-cita. Rumah ini mungkin tidak selalu sempurna. Ada saat-saat ia goyah, diterpa badai perpecahan, bahkan retak oleh ego dan kesalahpahaman. Namun, bukankah rumah sejati adalah tempat di mana kita belajar memperbaiki, bukan meninggalkan? Indonesia adalah rumah yang tidak boleh kita abaikan, karena di sinilah akar dan masa depan kita tertanam.         Di rumah bernama Indonesia, kita menemukan beragam bahasa, budaya, adat, dan agama. Semua itu ibarat perabotan yang berbeda bentuk, warna, dan fungsi, tetapi justru membuat rumah semakin indah dan lengkap. Kita tidak perlu sama untuk bisa bersatu, cukup saling memahami bahwa perbeda...

BERPUISI DENGAN DENDAM

 "BERPUISI DENGAN DENDAM" Karya :Farisna Amalia K Puisi ini bermula pada keheningan malam Saat udara dingin mendekap tubuh lalu terdiam. Hingga, Terbentang sebuah pemikiran mendalam Akan kenangan-kenangan kelam yang di genggam Menyelimuti tubuh dengan tajam, kejam, dan menikam. Mata terpejam tak bergerak Menyempurnakan ribuan potongan kecil di benak Yang terus-menerus mendobrak, bergejolak,  dan memberontak tanpa ampun menyerbu hingga meledak, dan menyeruak. Bibirku kelu untuk mengungkapkan, Hanya perasaan yang mampu untuk mendefinisikan. Ingin ku ulang, Namun, semua hanya angan yang tertahan di pikiran. Sampai pada akhirnya aku disadarkan oleh kenyataan, Semua yang berakhir tak akan pernah terulang, Semua hanya tinggal serpihan yang terkenang, Meninggalkan jejak yang menyesakkan.

Abadi

 Abadi   By : Indy Deciavani Marifatus S Tentang sosok yg tiba tiba datang, menetap, lalu pergi. Aku tidak tau harus memulai cerita ini darimana. Mungkin dari pertama kali kita bertemu ya? kita sebut aja "my first love". Awal perkenalan kita memang singkat. Jujur saja, aku jatuh cinta padamu karna rambutmu yg sangat lucu itu. Entah kenapa setiap kamu berlari, rambut mu bisa seperti "twing - twing" hehe... itulah yg membuat aku tertarik padamu. Aku pikir perasaan ini ngga akan lama, tetapi aku salah.  Semakin hari aku melihatmu, aku semakin jatuh cinta padamu, hingga aku berasumsi bahwa kamu adalah milikku. Tibalah hari dimana pertama kali aku bisa bermain denganmu, hari dimana aku pertama kali merasakan dibonceng sama kamu. Jujur disitu rasanya campur aduk antara senang tetapi juga deg deg an, karna aku belum pernah merasakan hal sekecil ini yg bisa buat aku bahagia, terlebih dari orang yg aku sayang. Dari situ lah kita menjadi semakin dekat, dan tibalah di hari ...