Langsung ke konten utama

Mereka di Sekitar Kita

 Mereka di Sekitar Kita



By: Siti Kholifatun Nisak

Orang-orang di sekitar kita memiliki dampak besar dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga, teman, dan rekan kerja membentuk lingkungan sosial yang memiliki peran penting dalam membentuk cara berpikir, sikap, dan kebiasaan kita. Kehadiran mereka sering kali memberi dorongan untuk tetap optimis atau termotivasi dalam menghadapi tantangan dalam kehidupan yang kita jalani sekarang. Sebagai contoh, nasihat bijak dari orang tua atau dukungan teman di saat sulit bisa menjadi penentu bagaimana kita menangani masalah.


Selain itu, orang-orang di sekitar juga dapat memengaruhi produktivitas dan gaya hidup kita. Teman yang memiliki semangat belajar tinggi dan gaya hidup sehat dapat mendorong kita untuk ikut menjaga keseimbangan antara belajar dan kesehatan. Di lingkungan kampus, ada teman yang akan mendukung dan menciptakan suasana yang positif, sehingga kita merasa lebih nyaman dan semangat dalam menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan.


Namun, pengaruh orang di sekitar tidak selalu positif. Orang-orang yang pesimis atau toksik bisa membuat kita merasa terbebani secara emosional. Lingkungan yang kurang mendukung dapat menghambat perkembangan diri, menurunkan motivasi, dan meningkatkan rasa stres. Oleh karena itu, penting untuk memilih dan menjaga hubungan dengan orang-orang yang memberi dampak positif serta menjauh dari pengaruh negatif.


Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu sadar bahwa interaksi sosial adalah bagian penting dari pertumbuhan pribadi. Dengan dikelilingi oleh orang-orang yang mendukung dan positif, kita akan mendapatkan keterampilan dengan mudah  dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Sebaliknya, berada di lingkungan yang negatif dapat menghambat kemajuan dan merusak kedamaian mental kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

❀CAHAYA YANG MENYELAMI RAHASIA RUANG❀

Pada zaman ketika pikiran manusia masih seperti kabut pagi yang menyelimuti dataran luas, Euclid  muncul sebagai seorang penjelajah yang berani menembus tirai ketidakpastian. Disebut sebagai Bapak Geometri , perjalanannya bukan hanya mengejar angka atau bentuk melainkan mencari tali penghubung antara apa yang terlihat dan apa yang bisa dipahami oleh akal budi. Di lorong-lorong perpustakaan Alexandria yang sejuk, di mana naskah-naskah kuno berbaris seperti pasukan prajurit yang siap bertempur, Euclid duduk menyusun peta jalan bagi ilmu pengetahuan. Ia menghabiskan berbulan-bulan merenungkan karya-karya pendahulunya dari Thales yang pertama kali membuktikan teorema hingga Pythagoras yang menemukan hubungan mistis antara angka dan alam. Ia melihat bahwa matematika dan filsafat bukanlah dua dunia yang terpisah melainkan dua sayap yang membawa manusia ke alam pemikiran yang lebih tinggi. “ Seperti air yang membentuk wadahnya, ” katanya kepada murid-muridnya yang berkumpul di sekitarnya,...

Indonesia Rumah Kita

 "Indonesia Rumah Kita" Karya:  Vicky Auwalinda      Indonesia bukan hanya sebuah nama di peta dunia. Ia adalah denyut nadi yang mengalir dalam tubuh kita, udara yang kita hirup setiap hari, dan tanah yang menjadi tempat berpijak serta beristirahat. Indonesia adalah rumah, tempat kita lahir, tumbuh, belajar, dan bercita-cita. Rumah ini mungkin tidak selalu sempurna. Ada saat-saat ia goyah, diterpa badai perpecahan, bahkan retak oleh ego dan kesalahpahaman. Namun, bukankah rumah sejati adalah tempat di mana kita belajar memperbaiki, bukan meninggalkan? Indonesia adalah rumah yang tidak boleh kita abaikan, karena di sinilah akar dan masa depan kita tertanam.         Di rumah bernama Indonesia, kita menemukan beragam bahasa, budaya, adat, dan agama. Semua itu ibarat perabotan yang berbeda bentuk, warna, dan fungsi, tetapi justru membuat rumah semakin indah dan lengkap. Kita tidak perlu sama untuk bisa bersatu, cukup saling memahami bahwa perbeda...

JEDA DARI ANGKA

 Jeda Dari Angka By: Nafiatus Salma        Hari-hari kutulis dengan rumus, penuh tanda tambah dan kurung yang tak selalu seimbang. Kadang hasilnya tepat, kadang justru tak bisa kuhitung. Di papan tulis hidup, aku belajar lebih dari sekadar integral dan limit — tentang batas kesabaran, dan luasnya hati yang tak bisa diukur satuan apa pun. Aku lelah, tapi tak ingin berhenti. Aku salah, tapi masih mau mencoba.        Karena hidup tak pernah sesempurna deret geometri, tapi lebih mirip soal cerita yang belum selesai. Maka malam ini, kututup buku catatan dan kubuka diri. Kusimpan angka, kutulis kata. Sebab kadang, yang paling membuat kita bertumbuh bukanlah hasil hitungannya, melainkan jeda yang kita ambil di antaranya