Langsung ke konten utama

The Role of Female Teachers in Women's Emancipation

 




Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 21 April 2023 kita merayakan Hari Kartini. Sosok Raden Ajeng Kartini tentu tidak dapat dipisahkan dari pembahasan emansipasi wanita. Upaya beliau memperjuangkan hak perempuan untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya dan kesempatan yang sama untuk mengamalkan ilmunya sendiri agar tidak direndahkan membuat beliau dikenal sebagai kekuatan yang memperjuangkan emansipasi perempuan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, emansipasi adalah kebebasan dari perbudakan atau kesetaraan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, seperti kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Selain itu, emansipasi wanita mengacu pada proses pembebasan wanita dari posisi sosial ekonomi yang rendah atau batasan hukum yang membatasi peluang pengembangan dan kemajuan.

Bentuk pembebasan yang sederhana adalah ketika seorang wanita tidak bergantung pada siapa pun sepanjang hidupnya dan belajar untuk lebih mandiri. Di sisi lain, emansipasi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari bahkan dengan hal yang paling kecil sekalipun. Melakukan hal-hal sederhana yang membawa kebaikan dan manfaat bagi lingkungan sudah menjadi semacam emansipasi.

Sebagai calon seorang guru, tentu saja kita akan mengajarkan kebaikan pada orang lain terutama pada murid kita. Murid dalam artian ini bukan hanya murid di sekolah, tetapi juga anak-anak kita sendiri di masa depan. Seorang guru haruslah percaya diri, menyumbangkan potensi dan gagasan untuk kemajuan dunia pendidikan. Terutama guru perempuan itu dituntut untuk mandiri dan tidak tergantung dengan mengadopsi budaya patriarki yang lebih dominan dalam keluarga. Ia haruslah percaya bahwa kelahiran seorang wanita bukanlah milik laki-laki tetapi diciptakan untuk saling melengkapi.



Senin, 24 April 2023


Farisa Lutfiyanti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia Rumah Kita

 "Indonesia Rumah Kita" Karya:  Vicky Auwalinda      Indonesia bukan hanya sebuah nama di peta dunia. Ia adalah denyut nadi yang mengalir dalam tubuh kita, udara yang kita hirup setiap hari, dan tanah yang menjadi tempat berpijak serta beristirahat. Indonesia adalah rumah, tempat kita lahir, tumbuh, belajar, dan bercita-cita. Rumah ini mungkin tidak selalu sempurna. Ada saat-saat ia goyah, diterpa badai perpecahan, bahkan retak oleh ego dan kesalahpahaman. Namun, bukankah rumah sejati adalah tempat di mana kita belajar memperbaiki, bukan meninggalkan? Indonesia adalah rumah yang tidak boleh kita abaikan, karena di sinilah akar dan masa depan kita tertanam.         Di rumah bernama Indonesia, kita menemukan beragam bahasa, budaya, adat, dan agama. Semua itu ibarat perabotan yang berbeda bentuk, warna, dan fungsi, tetapi justru membuat rumah semakin indah dan lengkap. Kita tidak perlu sama untuk bisa bersatu, cukup saling memahami bahwa perbeda...

BERPUISI DENGAN DENDAM

 "BERPUISI DENGAN DENDAM" Karya :Farisna Amalia K Puisi ini bermula pada keheningan malam Saat udara dingin mendekap tubuh lalu terdiam. Hingga, Terbentang sebuah pemikiran mendalam Akan kenangan-kenangan kelam yang di genggam Menyelimuti tubuh dengan tajam, kejam, dan menikam. Mata terpejam tak bergerak Menyempurnakan ribuan potongan kecil di benak Yang terus-menerus mendobrak, bergejolak,  dan memberontak tanpa ampun menyerbu hingga meledak, dan menyeruak. Bibirku kelu untuk mengungkapkan, Hanya perasaan yang mampu untuk mendefinisikan. Ingin ku ulang, Namun, semua hanya angan yang tertahan di pikiran. Sampai pada akhirnya aku disadarkan oleh kenyataan, Semua yang berakhir tak akan pernah terulang, Semua hanya tinggal serpihan yang terkenang, Meninggalkan jejak yang menyesakkan.

Abadi

 Abadi   By : Indy Deciavani Marifatus S Tentang sosok yg tiba tiba datang, menetap, lalu pergi. Aku tidak tau harus memulai cerita ini darimana. Mungkin dari pertama kali kita bertemu ya? kita sebut aja "my first love". Awal perkenalan kita memang singkat. Jujur saja, aku jatuh cinta padamu karna rambutmu yg sangat lucu itu. Entah kenapa setiap kamu berlari, rambut mu bisa seperti "twing - twing" hehe... itulah yg membuat aku tertarik padamu. Aku pikir perasaan ini ngga akan lama, tetapi aku salah.  Semakin hari aku melihatmu, aku semakin jatuh cinta padamu, hingga aku berasumsi bahwa kamu adalah milikku. Tibalah hari dimana pertama kali aku bisa bermain denganmu, hari dimana aku pertama kali merasakan dibonceng sama kamu. Jujur disitu rasanya campur aduk antara senang tetapi juga deg deg an, karna aku belum pernah merasakan hal sekecil ini yg bisa buat aku bahagia, terlebih dari orang yg aku sayang. Dari situ lah kita menjadi semakin dekat, dan tibalah di hari ...