RINDU TAK KUNJUNG TEMU
Oleh : Diva Maharani
Braaakkkkkkkk..................(suara dentuman mobil melaju kencang
menabrak pohon beringin yang dikata orang angker). Tak berselang beberapa menit
bau oli mobil itu berceceran dan menghanguskan nyawa orang dimobil itu yaitu
terkasihku..........
Nenek : " Salsa, kenapa kamu ngelamun dari tadi?."
(Suara nenekku yang menghilangkan lamunan itu disaat ku duduk di teras
rumah)
Salsa : " tidak apa apa nenek, aku hanya melihat si pet
(Nama kucing kesayanganku) sangat lahap makannya." (Aku berpura pura
sambil mengangkat alisku agar terlihat baik baik saja di depan nenek)
Nenek : " kamu ingat hari ini hari apa?"
Salsa : " tidak nek, emang ada apa dengan hari
ini?" (Aku tidak menghiraukan perkataan nenek)
'surpriseee,(suara yang tiba tiba muncul
mengagetkan ku dari belakang). " Selamat ulangtahun cucu kakek dan nenek
yang ke 18 tahun, tidak terasa kamu sudah semakin besar dan kakek semakin
tua." (Canda kakek sambil membawa kue ulang tahun dengan lilin 18 tahun
diatasnya). Akupun langsung meniupnya sambil berdoa dalam hati kecilku "
ya Allah jaga kakek dan nenekku jangan Kau ambil keduanya seperti Kau mengambil
ayah dan ibuku dulu," (sambil meneteskan air mata). Kakek dan nenek
menciumiku secara bersamaan.
Kakek : " kamu mau melanjutkan kemana setelah lulus SMA
sa?" (Tanya kakek kepadaku)
Salsa : " aku ingin melanjutkan pendidikan sebagai
seorang dokter kek, aku ingin menjadi orang yang dapat menyembuhkan
orang sakit."
Kakek : " kakek akan mendukung apa yang menjadi niat
baik mu sa." (Sambil memeluk salsa dan nenek)
Keheningan
malam pun meronta ronta, angin malam yang tak bersahabat dengan sang purnama
menambah rasa kantukku, kami pun bergegas tidur karena jam sudah menunjukkan
waktu malam.
Siang harinya di meja makan,
"Assalamualaikum kek,nek." (Suara salsa yang sangat
mengejutkan hati kakek dan nenek dan itu memang sengaja dilakukannya untuk
memberikan kepada kakek dan neneknya)
Nenek : " waalaikumussalam salsa, ada apa kok kamu tadi
keras sekali ngucapin salamnya?"
Salsa : " Alhamdulillah kakek nenek, salsa sudah lulus
dan mendapatkan predikat sebagai siswa berprestasi di sekolah, oleh karena itu
sekolah akan memberikan beasiswa salsa untuk melanjutkan pendidikan di universitas
Jakarta di bidang kedokteran sampai lulus nek kek.!"
Kakek : " kamu memang cucu kakek yang hebat, ayah dan
ibumu pasti bangga memiliki anak sepertimu." (Sambil mengelus rambut
salsa(
Nenek : " selamat sa, ayo kita makan siang dulu, pasti
kamu sudah laparkan?"
Mereka pun
melanjutkan makan siang dengan lahapnya ditemani sang Surya yang menyengatkan
sinarnya sangat kuat menambah panas siang hari ini, tapi tak menyurutkan
semangat salsa tuk belajar agar bisa memenuhi persyaratan sekolah di
universitas Jakarta, meskipun sudah mendapatkan beasiswa namun lulus tes adalah
hal yang paling utama untuk menggapai impiannya.
3 bulan
berlalu begitu dengan cepatnya bagaikan angin yang menghempas dataran begitu
kencangnya, dan tepat di bulan September tes itupun berhasil terlaksana, salsa
yang sangat bersemangat dia pun akhirnya lulus masuk ke pendidikan yang dia
impikan.
Kakek : " hati hati sa, semoga kamu berhasil menjadi
dokter yang berguna bagi Nusa dan bangsa." (Sambil menangisi kepergiannya)
Salsa : " baik kakek, terima kasih selalu mendoakan
salsa, kakek jaga nenek ya, kalau salsa sudah tidak disini lagi." (Sambil
memeluk kakek dan nenek dan mencium kedua tangan mereka)
Bulan ke
bulan, tahun ke tahun pun terus merongrong wajah tua kakek dan nenek, mereka
terus menantikan kepulangan cucu tercintanya, salsa. Bak pungguk merindukan
bulan, kerinduannya pun tak sampai titik temu, hanya doa kepada sang ilahi yang
merajut segala perih dan pahitnya rasa kakek dan nenek yang sudah tua renta
itu. Suatu waktu diteras depan rumah, tepat tanggal dan bulan salsa ulangtahun
2 Januari dan sudah dua tahun berjalan salsa tidak pulang ke rumah kakek.
Nenek : " kek, bagaimana keadaan salsa sekarang ya? Dua
tahun lalu kita masih bersama disini merayakan ulang tahun salsa, namu sekarang
entah bagaimana keadaannya?" (Mereka pasrah karena hp salsa disita dan
tidak boleh keseringan menghubungi rumah).
Kakek : " sabar nek, insyaallah penantian kita akan
membuahkan hasil yang terbaik."
Nenek : " semoga aja ya kek, maut tidak menjemput kita
sebelum kita bertemu cucu kita."
Disisi lain di Jakarta setelah 4 tahun,
penantian................
Setelah dua bulan berjalan, pengumuman kelulusan kedokteran
pun akhirnya tiba juga, dan salsa lulus menjadi seorang dokter dan menjadi yang
terbaik di angkatanya. Ke esokan harinya salsa pun mengatur jadwal
kepulangannya untuk bertemu kakek dan neneknya yang sudah lama tak pulang ke
rumah, setelah perjalananya kurang lebih sehari semalam dari Jakarta ke
Surabaya, akhirnya salsa sampai di rumah kakek pukul dua siang, salsa turun
dari mobil sambil membawakan oleh oleh dari ibu kota dan memakai baju sebagai
seorang dokter. Namun sebelum tibanya dirumah..........
Salsa : " assalamualaikum kakek nenek, salsa
pulang." (Suara salsa berteriak memanggil kakek dan nenek, namun tidak ada
yang menyahut, hanya si pet yang muncul dari samping rumah 'meong... meong....
meong.... )
Krreeeekkkkk, salsa membuka pintu dan ternyata tidak
terkunci, dua langkah setelah itu salsa menemui kakek dan neneknya pingsan di
lantai tak berdaya.......
Salsa : " kakek nenek, apa yang terjadi dengan
kalian?" (Salsa menangis sambil memeluk tubuh sang nenek yang tak berdaya)
dan salsa pun meminta bantuan tetangganya untuk membawa kakek dan neneknya ke
rumah sakit .
Dokter : " kami minta maaf, nyawa kakek dan nenek anda
tidak bisa terselamatkan karena sudah terlambat dibawa kesini dan tuhan pun
berkehendak lain." (Sambil menatap wajah salsa dengan sedih)
Salsa : " memangnya sebenarnya kakek dan nenek saya sakit
apa dok?" (Sambil menangis tak percaya dengan hal tersebut)
Dokter : " mereka menderita penyakit gagal ginjal namun
keduanya tidak pernah melakukan chek up dan bersih darah, kami mohon maaf,
takdir sudah berkata lain." (Sambil memegang pundak salsa)
Penantian salsa yang sudah bertahun
tahun, kini tidak dapat terlukiskan, hanya kata dan doa yang terpanjatkan untuk
kakek dan nenek yang dicintainya, mereka merawat salsa sejak di tinggal oleh
kedua orang tua salsa saat kecelakaan maut itu. Setelah pemakaman kakek dan
nenek salsa, salsa kembali pulang kerumah untuk beristirahat. Dengan ditemani
senja malam yang menghias diantara rasa sedih dan kerinduan yang tak berwujud
temu. Sebuah perpisahan yang memisahkan dua insan yang saling cinta tak bertemu
dalam sebuah kerinduan yang fana. Hidup tak hanya sebuah perjuangan namun juga
dibutuhkan pengorbanan agar semuanya berjalan selaras...........
End
.png)
Komentar
Posting Komentar