Langsung ke konten utama

Rindu Hempasan Angin

 Ketika Kenangan Bertaut dengan Semilirnya

by : Wanda Qurun Aini

Ada kalanya, rindu tidak hadir dalam wujud seseorang atau tempat, tetapi melalui sesuatu yang lebih abstrak. Angin adalah salah satu dari sedikit hal yang mampu membangkitkan kenangan dan kerinduan, menyapa dalam keheningan yang lembut. Ada keajaiban di dalam setiap hembusannya, seperti membawa cerita dari masa lalu yang terurai perlahan di antara helai rambut.

Angin memiliki cara unik untuk mengingatkan kita pada momen-momen yang pernah kita lewati, membawa kembali ingatan yang mungkin sudah lama tersimpan. Setiap semilirnya seperti menyentuh ruang kosong di dalam hati, membuat kita tenggelam dalam nostalgia yang tak terduga. Rindu itu sering kali hadir saat angin menyentuh wajah kita, seperti sapaan lembut dari kenangan lama yang tak pernah sepenuhnya hilang.

Angin adalah pengingat bahwa meski waktu terus berjalan, ada hal-hal kecil yang selalu setia membawa kembali rasa yang pernah kita rasakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❀CAHAYA YANG MENYELAMI RAHASIA RUANG❀

Pada zaman ketika pikiran manusia masih seperti kabut pagi yang menyelimuti dataran luas, Euclid  muncul sebagai seorang penjelajah yang berani menembus tirai ketidakpastian. Disebut sebagai Bapak Geometri , perjalanannya bukan hanya mengejar angka atau bentuk melainkan mencari tali penghubung antara apa yang terlihat dan apa yang bisa dipahami oleh akal budi. Di lorong-lorong perpustakaan Alexandria yang sejuk, di mana naskah-naskah kuno berbaris seperti pasukan prajurit yang siap bertempur, Euclid duduk menyusun peta jalan bagi ilmu pengetahuan. Ia menghabiskan berbulan-bulan merenungkan karya-karya pendahulunya dari Thales yang pertama kali membuktikan teorema hingga Pythagoras yang menemukan hubungan mistis antara angka dan alam. Ia melihat bahwa matematika dan filsafat bukanlah dua dunia yang terpisah melainkan dua sayap yang membawa manusia ke alam pemikiran yang lebih tinggi. “ Seperti air yang membentuk wadahnya, ” katanya kepada murid-muridnya yang berkumpul di sekitarnya,...

❁ JEJAK ANGKA SANG PELITA ILMU ❁

Di tengah hiruk-pikuk kota ilmu Baghdad , hiduplah seorang ilmuwan yang pikirannya selalu berjalan selangkah lebih jauh dari zamannya. Ia adalah Muhammad Ibn Muda Al-Khwarizmi , seorang cendekiawan Persia yang kelak dikenang dunia sebagai Bapak Aljabar . Pada masa itu, banyak orang mampu menghitung, tetapi belum banyak yang memahami bagaimana menyelesaikan persoalan angka yang rumit secara teratur. Persoalan-persoalan matematika bagaikan benang kusut yang sulit diurai. Namun bagi Al-Khawarizmi, setiap masalah memiliki simpul yang bisa dibuka, asal seseorang sabar menelusuri ujungnya. Dengan ketekunan yang nyaris seperti seorang penyair yang merangkai kata, ia mulai menyusun cara-cara sistematis untuk menyelesaikan persoalan hitungan. Dari pemikirannya lahirlah sebuah karya besar berjudul Al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wal-Muqabala . Dalam buku itu, ia menjelaskan metode untuk menyederhanakan dan menyeimbangkan persamaan. Kata al-jabr sendiri berarti “menyatukan kembali bagia...

JEDA DARI ANGKA

 Jeda Dari Angka By: Nafiatus Salma        Hari-hari kutulis dengan rumus, penuh tanda tambah dan kurung yang tak selalu seimbang. Kadang hasilnya tepat, kadang justru tak bisa kuhitung. Di papan tulis hidup, aku belajar lebih dari sekadar integral dan limit — tentang batas kesabaran, dan luasnya hati yang tak bisa diukur satuan apa pun. Aku lelah, tapi tak ingin berhenti. Aku salah, tapi masih mau mencoba.        Karena hidup tak pernah sesempurna deret geometri, tapi lebih mirip soal cerita yang belum selesai. Maka malam ini, kututup buku catatan dan kubuka diri. Kusimpan angka, kutulis kata. Sebab kadang, yang paling membuat kita bertumbuh bukanlah hasil hitungannya, melainkan jeda yang kita ambil di antaranya