Langsung ke konten utama

Postingan

AYUNAN

  AYUNAN Oleh : Sheva Irmatahati Putri S Di taman yang teduh, di sela pepohonan, Bersinarlah sinar matahari keemasan, Berdiri tegak, kokoh di tanah yang subur, Ayunan berdiri, menanti untuk merayu. Ayunan terayun lembut, diiringi angin sepoi, Dalam gemuruh dedaunan, lagu cinta bersemi, Bersama bayang senja, menggoda bunga-bunga, Ayunan menyapa, mengajak untuk bercerita. Duduklah di kursi, penuh kenangan indah, Saat ayunan bergerak, jiwa pun terbawa, Ke masa yang riang, penuh tawa dan gembira, Bersama-sama dalam perjalanan abadi. Berpelukan dengan angin, merasakan kebebasan, Ayunan membawa kita, melewati waktu yang terasa panjang, Dalam setiap ayunnya, ada cerita terselip, Mengiringi langkah kita, dalam taman yang sunyi. Tak ada beban di pundak, tak ada lelah di hati, Ayunan adalah pelipur lara, dalam hidup yang riuh, Di tengah gemuruh dunia, kita merasakan, Ketenangan dan damai, di pelukan ayunan yang teduh. Biarlah waktu berlalu, biarlah dunia berganti, Ayunan tetap setia, dalam s...

PELAYARAN KEHIDUPAN

  Pelayaran Kehidupan by : Mutiara Nanda Cahya Lia Putri Di lautan kehidupan yang luas, Kita berlayar dengan angin dan pasang, Tiap ombak mewakili cerita yang tersusun, Dibalik samudera yang tak pernah surut.   Pada tiap fajar, kita memulai perjalanan, Dengan mimpi sebagai peta arah hati, Meski kadang mendung menggelayut, Namun cahaya senja selalu menyapa.   Terkadang badai mengamuk di ufuk, Namun kita tetap tegar, berani berlayar, Sebab dibalik setiap cobaan dan duka, Ada pelajaran yang tak ternilai harganya.   Kita belajar tentang kekuatan, Dalam melangkah di antara reruntuhan, Dan ketabahan adalah kunci menjelajah, Menelusuri jalan kehidupan yang penuh warna.   Di setiap jalan yang kita pilih, Ada kisah yang mengalir seperti sungai, Takdir mengalir dalam aliran yang tak terduga, Namun kita terus melangkah, menyongsong pagi.   Hidup adalah puisi yang tak terbatas, Ditulis dengan goresan waktu yang tak te...

Cerita Pelajar

  Cerita Pelajar by : Anggi Prastiyo Di balik buku tebal, ilmu menyapa, Cerita pelajar, takkan pernah terhenti, Mimpi mengembang, seperti bintang gemilang, Di langit harapan, keyakinan yang terpatri. Setiap halaman adalah pintu dunia, Menyapa hati dengan pelukan kata-kata, Terpatri dalam jiwa dan raga, Mengukir masa depan, dalam serpihan tinta. Mimpi adalah pendorong, belajar adalah tonggak, Mengubah impian jadi realitas yang hakiki, Berkarya dan belajar, tak ada batasnya, Pendidikan adalah peta, menuju destinasi tertinggi. Di pelajaran kita temui kebijaksanaan, Dalam setiap rumus terukir sejarahnya, Belajarlah dengan semangat yang membara, Kau kan temukan dunia di ujung pena. Jum'at, 3 Nov 2023 Anggi Prastiyo

Perempuan Berpendidikan Tinggi Memiliki Nilai besar dalam Peran Sebagai Ibu Rumah Tangga

       Banyak presepsi yang muncul di masyarakat bahwa perempuan tidak perlu berpendidikan yang tinggi karena ujung-ujunganya jadi ibu rumah tangga “ngapain harus sekolah tinggi-tinggi” . Ini menjadi alasan banyak perempuan enggan untuk mengejar pendidikan lebih tinggi dan lebih memilih untuk menikah dan menjadi ibu rumah tangga.       Memang tidak salah tapi bila kamu punya ilmu dan pengetahuan luas karena pendidikanmu yang tinggi, Walaupun kamu cuma menjadi ibu rumah tangga kamu justru akan mempunyai peranan penting dalam menghasilkan generasi-generasi yang unggul dan cerdas , Karena kamu akan menjadi sekolah pertama bagi anak-anakmu kelak sehingga kamu bisa membangun generasi unggul lewat anak-anakmu, anak-anakmu kelak akan menjadi penerus bangsa sehingga harus dididik sejak dini dengan sebaik-baiknya agar tidak menjadi anak yang nakal sehingga hanya akan merusak generasi bangsa. Rabu, 20 September 2023 Anisa Jihan Aminatusholeha

Kesadaran Yang Terlambat

  Ini merupakan cerita seorang mahasiswa yang sedikit terlambat dalam menyadari sesuatu. Dia adalah sasha Sasha adalah mahasiswa semester 5 dengan rata"IPK yang cukup rendah diantara teman yang lain.  Sasha merupakan anak yang sangat jarang untuk belajar. Dia adalah mahasiswa yang akan belajar hanya ketika ada tugas saja.  Pada suatu ketika tepatnya setelah ujian dia merenung karena nilainya menurun dan ada beberapa matkul yang tidak bisa diambilnya.  Ada sedikit rasa iri dihatinya ketika melihat salah satu teman nya yang sama dengan dia tetapi nilainya lebih bagus dari dia. Dia adalah Kirana.  “Kenapa dia bisa lebih hebat dari aku, padahal proses belajarnya sama saja.” kata sasha Kemudian pada semester selanjutnya Sasha menjadi teman satu kelompok Kirana. Sasha dan Kirana memiliki hubungan pertemanan yang bisa dibilang cukup dekat tapi belum termasuk kategori sebagai persahabatan.  Karena rasa penasaran Sasha yang tinggi dia memberanikan diri untuk bertany...

Hubungan Pondok dengan Matematika: Sejarah dan Pentingnya

  Hubungan Pondok dengan Matematika: Sejarah dan Pentingnya      Pondok, atau sekolah tradisional Islam, telah menjadi bagian integral dari budaya pendidikan di dunia Muslim selama berabad-abad. Sementara mata pelajaran agama selalu menjadi fokus utama, hubungan antara pondok dan matematika juga memiliki sejarah yang kaya. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana pondok telah memainkan peran penting dalam pengembangan matematika dalam tradisi Islam, dan mengapa pemahaman matematika memiliki nilai yang signifikan dalam konteks pendidikan pondok.       Matematika telah menjadi disiplin ilmu yang penting dalam budaya Islam sejak abad ke-8 M. Perkembangan awal matematika Islam terkait erat dengan upaya ilmiah para ulama Muslim untuk memahami dan memperluas warisan matematika Yunani dan India. Salah satu tokoh terkemuka dalam sejarah matematika Islam adalah Al-Khwarizmi, yang memberikan kontribusi penting dalam pengembangan aljabar. Karya-karyan...

Sekali Lagi

  Sekali Lagi Cerpen Karya Putri Pebriyanti  Semua orang punya cerita dalam mengejar mimpinya. Banyak rintangan, hambatan yang menyelimuti perjuangan. Semua orang pasti pernah merasakannya, dan itu yang kurasakan sekarang. Aku mulai mengerti bahwa segala sesuatu tidak akan ada yang berjalan dengan sempurna sesuai keinginanku, dan sekarang aku mulai belajar menerima, bersyukur dengan pencapaianku.  Pagi ini kicau burung terdengar merdu, cahaya matahari mulai masuk lewat celah-celah jendela kamarku. Namun mataku enggan membuka, ku lihat jam dinding yang menempel menunjukkan pukul tujuh dan aku mengabaikannya. Sampai aku mendengar suara ibu memanggilku. "Zira, bangun nak!" panggil ibu. "Iya, ibu." Dengan mata sembab serta badan demam aku berusaha untuk bangun dari tempat tidur. Belum sampai kakiku menginjakkan lantai ibu masuk ke kamarku. "Makan dulu, kamu belum makan dari kemarin," tutur ibu sambil menyuapiku dengan sesendok bubur sumsum. "Ta,tapi—...