Thales dari Miletus(sekitar 624–546 SM) diakui secara luas dalam sejarah sebagai matematikawan pertama di dunia.
Meskipun peradaban kuno seperti Bangsa Mesir dan Babilonia sudah menggunakan matematika ratusan tahun sebelum Thales, mereka menggunakannya sebatas ilmu hitung praktis (seperti mengukur tanah, menghitung hasil panen, atau pajak) tanpa memberikan bukti teoritis.
Mengapa Thales Disebut Matematikawan Pertama?
Thales adalah orang pertama yang mengubah matematika dari sekadar "Alat Hitung Praktis" menjadi "Ilmu Teoritis". Ia memperkenalkan metode " Penalaran Deduktif (deductive reasoning)"artinya, ia tidak hanya memberikan rumus, tetapi juga membuktikan mengapa rumus atau sifat geometri tersebut benar secara matematis.
Penemuan & Teorema Utama Thales
Di bidang geometri, ada beberapa kontribusi dan teorema dasar yang diatribusikan kepadanya:
1. Teorema Thales (Segitiga dalam Lingkaran):
Jika sebuah segitiga digambar di dalam lingkaran di mana salah satu sisinya adalah diameter lingkaran tersebut, maka sudut di hadapan diameter itu selalu berbentuk sudut siku-siku (90°).
2. Sifat-sifat Geometri dasar lainnya:
- Lingkaran dibagi menjadi dua bagian yang sama besar oleh diameternya.
- Sudut-sudut alas pada segitiga sama kaki adalah sama besar.
- Sudut-sudut yang bertolak belakang dari dua garis yang bersilangan adalah sama besar.
- Dua segitiga dikatakan kongruen (sama dan sebangun) jika memiliki satu sisi dan dua sudut yang sama.
3. Pengukuran Jarak Praktis (Triangulasi) :
- Mengukur Tinggi Piramida: Ia mengukur tinggi Piramida Besar Mesir memanfaatkan konsep kesebangunan segitiga—yaitu menanti saat panjang bayangan tongkatnya sama persis dengan tinggi tongkat itu sendiri.
- Mengukur Jarak Kapal: Ia memanfaatkan konsep geometri segitiga untuk menghitung jarak kapal di laut dari tepi pantai.

Komentar
Posting Komentar